RESILIENSI DAN INOVASI UMKM SEBAGAI PENGGERAK PEMULIHAN EKONOMI

Oleh Pujono, S.Sos., M.M.

NASKAH YANG DIIKUTKAN DALAM LOMBA KARYA TULIS KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2021

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah atas rahmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT, sehingga perumusan dan penyusunan makalah yang berjudul “Resiliensi dan Inovasi UMKM sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi“ ini dapat terselesaikan.

Terlepas dari hambatan-hambatan yang sulit dan berliku-liku sangat mempengaruhi segala hasil yang didapat, maka penghargaan setinggi-tingginya penulis hanturkan kepada seluruh pihak yang telah memberi saran , masukkan, dan bantuan ataupun pengarahan dalam penyusunan makalah ini sehingga akhirnya dapat terselesaikan. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu penulis memohon kritik dan saran demi kesempurnaan penyusunan karya ini.

Palangka Raya, 10 Mei 2021

Penulis,

RINGKASAN EKSEKITIF

Strategi  penguatan sektor UMKM dan pariwisata dalam mengakselerasi  pertumbuhan Kalimantan. Adapun faktor penghambat yang dihadapi dalam keterpurukan ekonomi dengan memanfaaat potensi lingkungan yang sangat luas sebagai potensi yang luar biasa sebagai bahan mampu menghasilkan nilai tambah  yang berkualitas dan faktor-faktor pendukung dalam pengimplementasian ekonomi dan pariwisata  dengan memanfaatkan  lingkungan sebagai potensi  inovasi yang berbasis teknologi. Kegiatan pariwisata  sehingga Kalimantan Tengah  bisa sejajar dengan provinsi lain yang ada di Kalimantan. Diharapkan dapat memberikan penguatan sektor ekonomi dan Pariwisata harus lebih kreatif dan inovasi dengan potensi yang ada di kota palangka Raya dan Kalimantan Tengah untuk lebih melihat keunggulan  ekonomi dan Pariwisata  berbasis kreatif.

Perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat serta peran pemerintah untuk menguatkan sektor UMKM dan pariwisata Kalimatan Tengah lebih lanjut akan upaya peningkatan ekonomi  dengan memanfaatkan lingkungan sebagai inovasi sebagai salah satu cara memaksimalakan potensi penguatan ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah  untuk UMKM dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kalimantan.Diharapkan tulisan ini bermanfatan untuk membangun ekonomi dan pariwisata serta sektor usaha bisa maju dan berkembang pesat.

BAB I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pelaku Usaha kecil Mikro kecil Menengah  (UMKM) di masa pandemi sekarang menghadapi banyak tantangan. Memang pada saat ini, UKKM    di Provinsi Kalimantan Tengah masih mampu berjuang dan bersaing di tengah badai keterburukan ekonomi di Kalimantan Tengah khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Agar UMKM bisa bangkit diperlukan srategi untuk penguatan kemampuan melalui (1) Peningkatan kinerja perusahan atau usaha sehingga bisa pulih kembali (2) penghematan biaya dan peningkatan efisiensi usaha (3) perusahan orientasi metode pemasaran perusahan yang semula berbasis toko (offline) mau tidak mau, suka tidak suka – karena pengaruh disruption pada era digital – berubah menjadi pemasaran berbasis online (daring) baik melalui media sosial atau market place yang tersedia.

Peran para wirausaha khususnya pelaku UMKM dalam perekonomian lokal sangat penting. Peran itu semakin besar dimasa pandemic sekarang ketika pengusaha besar dan menengah sedang lumpuh dan mulai terjadi gelombang PHK. UMKM mampu berperan sebagai soko penggerak ekonomi dan katup pengaman penyerapan tenaga kerja. Tantangan utama yang di hadapi oleh UMKM di Kalimantan Tengah sangat komplek karena terkait dengan sumber daya finansial, sumberdaya manusia (ketrampilan), penyedian bahan baku (karena rantai pasokan yang terhambat) maupaun pemasaran, Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai potensi besar di bidang pertanian, peternakan dan perikanan sehingga peningkatan ketrampilan untuk mengelola bidang-bidang tersebut sangat dibutuhkan. Selanjunya perlu adannya kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak untuk mendukung pengembangan UMKM mulai dari rukun tetangga, kelurahan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Perbankan.

Dalam upaya mengatasi berbagai tantangan serta membangun kolaborasi multi pihak sekaligus membangun ketahanan menghadapi berbagai resesi ekonomi, maka diperlukan kretifitas dan inovasi. Kreatifitas dan inovasi sering menjadi jalan keluar suatu masalah atau paling tidak menjadi cahaya untuk menuntun para pelaku UMKM keluar dari kegelapan yang diakibatkan resesi ekonomi. Aspek lain yang diperlukan dalam menghadapi resesi adalah daya tahan. Daya tahan dibutuhkan untuk memelihara semangat dan kemampuan berfikir positif ketika menghadapi masalah.  Berkenaan dengan masalah tersebut perlu didiskusikan bagaimana menumbuhkan resiliensi dan inovasi di kalangan pelaku UMKM di Provinsi Kalimantan Tengah.

B. TUJUAN

  1. Mendeskripsikan manfaat pentingnya resiliensi dan inovasi bagi penguatan UMKM.
  2. Mengetahui  tahapan, proses dan syarat-syarat inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan UMKM di Provinsi Kalimantan Tengah.
  3. Mendeskripsikan faktor penghambat dalam melansanakan proses resiliensi dan inovasi.
  4. Mendeskripsikan hasil-hasil inovasi yang sudah dilakukan oleh PKBM Darul Sa’adah Kota Palangka Raya.

C. MANFAAT

  1. Manfaat bagi penulis : Strategi untuk menuangkan ide dan pikiran sebagai sumbangsih untuk kemajuan khussusnya pembangunan ekonomi dan pariwisata
  2. Manfaat bagi Pemerintah : Strategi untuk memajukan sektor ekonomi dan Pariwisata di Kalimantan Tengah
  3. Manfaat bagi Masyarakat : Hasil dari strategi ekonomi dan pariwisata serta modal yang mapan sehingga bisa cepat pulih untuk peningkatan pembangunan

BAB II. PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN RESILIENSI DAN INOVASI

Manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baik secara internal maupun ekternal  sehingga mampu untuk beradaptasi dan tetap survive. Demikian halnya dengan para peluku usaha harus beradaptasi di tengah kesulitan yang dihadapi. Para pelaku usaha harus selalu bisa menampilkan senyum untuk konsumennya meskipun hatinya sedang galau memikirkan masalahnya. Hal ini penting untuk memikat pelanggan.

Kedua sebagai pelaku usaha tentunya harus sabar di setiap saat dimanapun berada dan dalam situasi apapun.  Apalagi dalam mengalami kegagalan pelaku UMKM harus bisa melewati kegagalan tersebut. Hambatan, tantangan dan kegagalan sangat akrab di masa pandemic sekarang dan pelaku UMKM harus tetap semangat dan toidak berputus asa dalam menjalankan usaha sehingga cepat pulih penghasilannya.

Pelaku UMKM juga harus mampu mengembangkan kemampuan sosial mengembangkan jiwa gotong royong dan selalu menjaga kemampuan untuk berpikir positif. Berbagi tenaga dan pikiran serta pengetahuan kepada psesama pelaku UMKM atau kepada siapa saja dan dimana saja tanpa pandang hulu. Tanpa memandang kaya atau miskin

1. PENGERTIAN INOVASI

Inovasi mempunyai arti lebih luas daripada penemuan-penemuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru, pembaharuan, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Jadi inovasi adalah proses kreatif dalam melakukan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada.

Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausaha merupakan proses mengubah peluang menjadi suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.


Faktor-faktor pendukung keberhasilan inovasi adalah:

  1. Inovasi harus berorientasi pasar; Inovasi tidak sekedar memecahkan masalah secara kreatif tetapi harus mempunyai keunggulan bersaing dipasaran. Untuk itu perlu diperhatikan hubungan inovasi dengan kebutuhan pasar yang di dalamnya terdapat 5C, yaitu competitor (pesaing), competiton (persaingan), change of competition (perubahan persaingan), change driver (penentuan arah perubahan), dan customer behavior (perilaku konsumen). Suatu pasar mengalami perubahan disebabkan oleh faktor-faktor (1) Perubahan teknologi; (2) Perubahan kondisi ekonomi; (3) Perubahan perilaku sosial dan budaya; (4) Perubahan iklim dunia; dan (5)  Perubahan peraturan pemerintah.
  2. Inovasi harus mampu meningkatkan nilai tambah perusahaan; Suatu inovasi mampu meningkatkan nilai tambah perusahaan apabila memenuhi hal-hal berikut:
    • Terdapat unsur efisiensi dan efektivitas dalam suatu inovasi, sehingga akan mempunyai arti atau dampak yang berarti bagi kemajuan perusahaan.
    • Inovasi harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan, hal ini dilakukan agar tidak menyimpang dari arah pertumbuhan usaha (contra productive).
    • Inovasi harus bisa ditingkatkan lagi, sehingga terjadi inovasi yang berkelanjutan (continuous improvement).

2. UPAYA-UPAYA MENINGKATKAN INOVASI

  1. Memiliki visi untuk berubah; Inovasi harus memiliki tujuan dan seluruh anggota tim harus mengetahui tujuannya. Pelaku UMKM harus mampu menyatakan dan mendefinisikan tujuan secara jelas sehingga setiap orang dapat memahami dan mengingatnya. Pengusaha besar yang memulai dari kecil (UMKM) meluangkan waktu untuk menggambarkan dan menjelaskan visi, tujuan dan tantangan masa depan kepada setiap orang. Mereka mengilhami kepada setiap orang untuk menjadi enterpreneur dan menemukan cara-cara yang inovatif untuk memperoleh kesuksesan.
  2. Memerangi ketakutan akan perubahan; Para pemimpin inovatif berusaha menggantikan kepuasan atas kemapanan yang ada dengan kehausan akan ambisi. Mereka akan berkata, ” Saat ini kita memang sedang melakukan hal yang baik, tetapi kita tidak boleh berhenti dan berpuas diri dengan kemenangan yang ada, kita harus melakukan hal-hal yang lebih baik lagi”. Mereka selalu melakukan suatu spekulasi baru yang penuh resiko, dan menyakini bahwa jika tidak bergerak maka akan jauh lebih berbahaya.
  3. Berfikir Seperti pemodal yang berani mengambil resiko; Seorang pemodal berani mengambil resiko dan berusaha mencari keseimbangan antara kegagalan dengan kesuksesan. Mereka senang mempertimbangkan berbagai usulan atau gagasan tetapi tetap merasa nyaman dengan berbagai pemikiran yang menggambarkan tentang kegagalan yang mungkin akan diterima.
  4. Memiliki suatu rencana usulan yang dinamis; Inovator harus fokus pada rencana usulan yang benar-benar hebat, responsif dan terbuka, memberikan penghargaan yang wajar kepada karyawan serta memliki komitmen agar karyawan tetap dapat menjaga kesegarannya dalam melaksanakan setiap pekerjaan.
  5. Mematahkan aturan; Untuk mencapai inovasi yang radikal, innovator harus memiliki keberanian manantang berbagai asumsi aturan yang ada di sekitar lingkungan. Bisnis bukan seperti permainan olah raga yang selalu terikat dengan aturan dan keputusan wasit, tetapi bisnis tak ubahnya seperti seni, yang di dalamnya memiliki banyak kesempatan untuk berfikir secara lateral, sehingga mampu menciptakan cara-cara baru tentang aneka benda dan jasa yang diinginkan para pelanggan.
  6. Beri setiap orang dua pekerjaan; Berikan setiap orang dua pekerjaan pokok. Mintalah kepada mereka untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari mereka secara efektif dan pada saat yang bersamaan kepada mereka diminta pula untuk menemukan cara-cara baru dalam melaksanakan pekerjaannya. Doronglah mereka untuk bertanya pada diri sendiri tentang apa sebenarnya tujuan esensial dari peran saya? Hasil dan nilai riil apa yang bisa saya berikan kepada klien saya, baik internal maupun eksternal? Apakah ada cara yang lebih baik untuk memberikan dan mencapai nilai atau tujuan tersebut? Dan jawabannya selalu mengatakan “YA”. Tetapi, kebanyakan orang tidak pernah atau jarang menanyakan hal-hal seperti itu.
  7. Kolaborasi; Beberapa eksekutif perusahaan memandang kolaborasi sebagai kunci sukses dalam inovasi. Mereka menyadari bahwa tidak semua dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan pada sumber-sumber internal. Oleh karena itu, mereka melihat dunia luar dan mengajak organisasi lain sebagai mitra, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan keterampilan dalam team.
  8. Menerima kegagalan; Pemimpin inovatif mendorong terbentuknya budaya eksperimen. Setiap orang harus dibelajarkan bahwa setiap kegagalan merupakan langkah awal dari perjalanan jauh menunju kesuksesan. Untuk menjadi orang benar-benar cerdas dan tangkas, setiap orang harus diberi kebebasan berinovasi, bereksperimen dan memperoleh kesuksesan dalam melakukan pekerjaannya, termasuk didalamnya mereka juga harus diberi kebebasan akan kemungkinan terjadinya kegagalan.
  9. Membangun prototipe; Inovator harus berani mencobakan suatu ide baru yang biaya dan resikonya relatif rendah ke dalam pasar (dunia nyata), kemudian lihat apa reaksi dari pelanggan dan orang-orang. Di sana sesungguhnya Anda akan lebih banyak belajar tentang dunia nyata, dibandingkan jika Anda hanya melakukan uji coba dalam laboratorium atau terfokus pada sekelompok orang saja.
  10. Bersemangat; Inovator harus fokus terhadap segala sesuatu yang ingin dirubah. Siap dan senantiasa bergairah dan bersemangat dalam menghadapi dan menanggulangi berbagai tantangan. Energi dan semangat yang Anda miliki akan menular dan mengilhami setiap orang. Tak ada gunanya jika Anda mengisi bus dengan penumpang yang selalu merasa asyik dengan dirinya sendiri. Anda membutuhkan dan menghendaki orang-orang dan para pendukung Anda dengan semangat yang berkobar-kobar. Anda mengharapkan setiap orang dapat meyakini bahwa upaya mencapai tujuan merupakan sesuatu yang amat penting dan bermanfaat.

3. PENTINGNYA BERINOVASI DALAM UMKM

Kewirausahaan tidak hanya sekedar berusaha akan tetapi perlu ada perubahan   kepada peserta didik, tetapi juga membuka pola pikir mereka bahwa dalam berwira usaha yang mereka jalankan memiliki kebermaknaan untuk hidup mereka sehingga dari  tersebut, mampu merubah sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka menjadi lebih baik.

Penguasaan terhadap usaha yang dikelola dan ditampilkan secara profesioal, dari hati dan tanpa paksaan, logis, dan menyenangkan, serta dipadukan dengan pendekatan personal-emosional terhadap peserta didik akan menjadikan proses wira usaha yang ingin dicapai terwujud. Selain itu, wira usaha juga harus dibuat bervariasi dengan menciptakan poduk yang baru  atau dengan kata lain inovasi.

Berbicara inovasi, sebenarnya kata ini seringkali dikaitkan dengan perubahan, tetapi tidak setiap perubahan dikatakan sebagai inovasi. Inovasi adalah suatu ide, penemuan atau metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang benar-benar baru bagi seseorang yang bersifat relatif. Sedangkan inovasi dalam wira usaha yang dimaksud disini adalah cara atau kiat seorang tutor dalam memajukan  peserta didik dengan berbagai tujuan tertentu sehingga menjadi orang yang sucses dalam menjalankan usaha.

Inovasi wira usaha  merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki atau dilakukan oleh tutor. Hal ini disebabkan karena pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Kemauan Tutor untuk mencoba menemukan, menggali dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru.

Tanpa didukung kemauan dari tutor untuk selalu berinovasi dalam wira usaha, maka wira usaha akan menjenuhkan bagi peserta didik. Di samping itu, tutor tidak dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Mengingat sangat pentingnya inovasi, maka inovasi menjadi sesuatu yang harus dicoba untuk dilakukan oleh setiap peserta didik ,tutor serta pengelola PKBM.

4. JENIS – JENIS INOVASI

  1. Khas, Ciri utama dari sebuah inovasi adalah khas. Inovasi harus memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki atau pun ada pada ide atau pun gagasan yang sudah ada sebelumnya. Tanpa ciri khas yang spesifik, sebuah ide atau pun gagasan tidak dapat digolongkan menjadi sebuah inovasi baru.
  2. Baru, Ciri ke dua dari sebuah inovasi adalah baru. Setiap inovasi harus lah merupakan ide atau pun gagasan baru yang memang belum pernah diungkapkan atau pun dipublikasikan sebelumnya.
  3. Terencana, Ciri ketiga dari sebuah inovasi adalah terencana. Sebuah inovasi biasa nya sengaja dibuat dan direncanakan untuk mengembangkan objek-objek tertentu. Dengan kata lain, setiap inovasi yang ditemukan pada dasar nya merupakan kegiatan yang sudah direncanakan sejak awal.
  4. Memiliki Tujuan, Ciri terakhir yang harus ada pada inovasi adalah memiliki tujuan. Seperti yang telah dijelaskan di poin yang sebelumnya, inovasi merupakan aktivitas terencana untuk mengembangkan objek-objek tertentu (tujuannya adalah mengembangkan objek – objek tertentu).

5. ANALISIS INOVASI

Analisis SWOT dalam UMKM

Analisis SWOT Adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Thereats dalam suatu proyek atau spekulasi bisnis.

  1. Strenght : artinya kekuatan. Pada poin ini kita harus memperhitungkan kekuatan dalam memulai usaha. Kekuatan yang paling mendasar adalah motivasi, modal, dan perencannan yang matang. Kekuatan lain yang bisa dibanggakan harus ada. Seperti service atau pelayanan, atau produk yang diproduksi lebih baik dari pada yang lain, atau kemudahan jangkauan tempat kita membuka usaha. Nah faktor tersebut merupakan daya kekuatan atau daya keunggulan kita dibandingkan yang lain.
  2. Weaknesses: artinya kelemahan. Pada poin ini, kita harus memperhitungkan kelemahan usaha, produk, atau sumber produksi kita. Maksud kelemahan disini adalah kelemahan yang bisa menjadi kekuatan. Jika tau kelemahannya, maka otomatis kita akan tau bagaimana cara menutupi kelemahannya, untuk kemudian diperbaiki.
  3. Opportunities: artinya peluang atau kesempatan. Memanfaatkan peluang yang ada, lebih baik dari pada menunggu menjadi mapan. Karena peluang adalah kesempatan untuk bertanggung jawab penuh dalam setiap apapun yang dilakukan. Dalam memulai usaha, peluang harus diperhitungkan secara matang. Jika kita tau kekuatan finansial, kelemahan, maka beralihlah kepada peluang. Peluang berada dicelah mana, atau dalam hal apa. Misalnya, anda akan memproduksi segala macam jenis ikan, namun peluang besarnya untuk mendapatkan keuntungan adalah ikan patin, maka ikan patin ini lah yang harus anda perkuat produksinya. Tentunya sebelum mengetahui peluang dalam memproduksi ikan patin, kita harus tau kekuatan dan kelemahannya dibandingkan dengan jenis ikan lainnya.
  4. Threats: artinya adalah ancaman, ancaman disini maksudnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan masalah luar dan dalam. Masalah luar adalah pesaing, lingkungan tempat berbisnis, atau barangkali tagihan yang semakin membengkak. Sementara ancaman dari dalam adalah diri sendiri, pekerja atau keluarga. Dengan catatan, ancaman disini bukanlah mengancam hidup, akan tetapi ancaman yang menggerogoti kelancaran usaha. Dengan demikian jika ingin sukses, kelemahan dan ancaman merupakan 2 hal yang harus diantisipasi, namun bukan berarti harus menjadi oran pelit dan serba hitungan. Bukan begitu maksudnya. Ancaman dan kelemahan seharusnya menjadi pemiju untuk menjadi lebih baik.

Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT. Proses ini melibatkan penentu tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi ke empat faktornya, kemudian menerapkan dalam gambar matrik SWOT. Analisis SWOT dapat menghasilkan beberapa alternatif strategi. Alternatif strategi tersebut diperoleh dari hasil gabungan beberapa faktor. Strategi yang diterapkan jika usaha kita memiliki kekuatan dan kesempatan (SO) adalah strategi agresif. Strategi yang dapat dimanfaatkan pada saat usaha kita memiliki kekuatan mamun memiliki ancaman (ST) adalah diservikasi. Kita juga dapat menerapkan strategi Stabilitas jika usaha kita memiliki kelemahan namun masih terdapat peluang atau kesempatan (WO). Strategi yang dapat kita terapkan dalam analisa SWOT adalah strategi difensif. Strategi ini diterapkan pada saat kita memiliki kelemahan dan ancaman (TW).

6. HASIL INOVASI

  • Produk Inovasi; Produk yang dihasilkan dari kegiatan teaching faktory di PKBM Darus Sa’adah ini yaitu:
    • Membuat kreasi makanan ringan (keripik) dengan 10 macam rasa.
    • Pembuatan tas laptop dan sekolah dengan bahan dasar batik Kalteng
    • Pembuatan bahan pakan pembesaran ikan patin dengan buah mengkudu. Ikan yang dihasilkan memiliki nilai gizi yang tinggi, cepat besar, dan tidak berbau.
    • Membuat pondok bungkus PKBM.
  • Keunggulan
    • Sudah memiliki Usaha kecil dan menengah
    • Sudah memiliki kolam ikan
    • Sudah menanam 100 pohon pisang atau lebi
    • Sudah mempunyai budidaya sukun
  • Kelemahan
    • Produk makanan yang dihasilkan masih 10 rasa
    • Peralatannya terbatas
    • Pelaksanaan pemasaran belum maksimal.
  • Dampak terhadap Peningkatan Mutu
    • Peserta didik menjadi terampil
    • Menambah penghasilan tambahan Peserta didik
    • Tutornya tambah terampil dan percaya diri dan mempunyai penghasilan tambahan.
    • Mengurangi angka pengangguran bagi masyarakat setempat
    • Memutus mata rantai kemiskinan bagi masyaerat.

B. UMKM Sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap penurunan perekonomian nasional maupun global. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar Indonesia terhindar dari resesi ekonomi. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kuartal ketiga 2020 merupakan momentum penting sekaligus menantang untuk memulihkan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pada semester II 2020 ini optimaliasi belanja pemerintah menjadi kunci utamanya. Tujuannya adalah agar pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh pada 2020 berada dalam zona positif. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional.

Melalui pemberdayaan usaha mikro dapat membantu masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan hilangnya penghasilan karena usahanya terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong tumbuhnya kembali usaha mikro. kecil, dan menengah lewat kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bagi usaha mikro, pemerintah antara lain memberikan hibah bagi usaha pemula, serta menambah dana LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi dan UMKM yang dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. Pemerintah juga memberikan subsidi bunga dan mempermudah persyaratan kredit atau pembiayaan dan pendanaan bagi UMKM, di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memberikan keringanan pembayaran pinjaman bagi UMKM.

Diperlukan peningkatan kerjasama antara Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace dan seluruh pelaku usaha untuk dapat menyiapkan UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik dan pasar global di masa pandemi ini. Sebagai salah satu contoh platform digital Gojek resmi menggandeng berbagai pihak termasuk pemerintah untuk memberikan solusi mendukung UMKM agar naik kelas melalui inisiatifnya yaitu #MelajuBersamaGojek. Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan inisiatif ini merupakan upaya ekosistem Gojek membantu UMKM agar lebih mudah menerapkan digitalisasi pada setiap langkah operasional bisnis sehari-hari, mulai dari pemasaran. pemesanan (pemrosesan order), pembayaran, pengiriman hingga administrasi.

Dengan bergabungnya para pelaku UMKM kedalam platform digital diharapkan pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk sehingga produk dapat di kenal. UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi nasional bagi usaha mikro, kecil dan menengah.

BAB III.  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. KESIMPULAN

Strategi  penguatan sektor UMKM dan pariwisata dalam mengakselerasi  pertumbuhan Kalimantan. Adapun faktor penghambat yang dihadapi dalam keterpurukan ekonomi dengan memanfaaat potensi lingkungan yang sangat luas sebagai potensi yang luar biasa sebagai bahan mampu menghasilkan nilai tambah  yang berkualitas dan faktor-faktor pendukung dalam pengimplementasian ekonomi dan pariwisata  dengan memanfaatkan  lingkungan sebagai potensi  inovasi yang berbasis teknologi. Kegiatan pariwisata  sehingga Kalimantan Tengah  bisa sejajar dengan provinsi lain yang ada di Kalimantan. Diharapkan dapat memberikan penguatan sektor ekonomi dan Pariwisata harus lebih kreatif dan inovasi dengan potensi yang ada di kota palangka Raya dan Kalimantan Tengah untuk lebih melihat keunggulan  ekonomi dan Pariwisata  berbasis kreatif.

B. REKOMENDASI

Perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat serta peran pemerintah untuk menguatkan sektor UMKM dan pariwisata Kalimatan Tengah lebih lanjut akan upaya peningkatan ekonomi  dengan memanfaatkan lingkungan sebagai inovasi sebagai salah satu cara memaksimalakan potensi penguatan ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah  untuk UMKM dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kalimantan.Diharapkan tulisan ini bermanfatan untuk membangun ekonomi dan pariwisata serta sektor usaha bisa maju dan berkembang pesat.

PUSTAKA

Dr. Eman Suherman, SE,MPd. 2008. Desain Pembelajaran Kewirausahaan. Bandung

Dr. H. Saparudin MSC. 2003. Dr. Harris Iskandar MSC. Petunjuk Cara Memulai Usaha Sendiri. Dikmenjur. Jakarta

Sutrisno Wantono. 2002. Kiat Sukses Berwirausaha. Gramedia. Jakarta

Penguatan UMKM Sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional, 20 Juli 2020” https://www.investindonesia.go.id

“MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis jumlah penduduk di 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah hasil sensus 2020.” 21 April 2021. Penduduk Kalteng Bertambah 0,46 Juta Jiwa | Media Center Isen Mulang Palangka Raya

“Pembangunan Infrastuktur Kalteng harus belandas ekonomi hijau. 23 April 2021.” https://kalimantan.bisnis.com/read/20190227/408/894136/pembangunan-infrastruktur-kalteng-harus-berlandas-ekonomi-hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

36 − = 29